Menginjak usia ke-30 tahun, Unit Selam UGM berinisiatif untuk melakukan ekspedisi 30 titik penyelaman di Pulau Bali, Indonesia. Ekspedisi yang diberi nama ‘Nusantara Bawah Air’ ini merupakan upaya anggota Unit Selam UGM untuk  mendokumentasikan kondisi alam bawah air beserta para pelaku wisata selam Pulau Bali, pulau yang telah dikenal menjadi kiblat pariwisata Indonesia.

INSPIRASI

Sumpah Amukti Palapa

Ekspedisi Nusantara Bawah Air sendiri terinspirasi dari semangat Mahapatih Gadjah Mada dalam Sumpah Amukti Palapa-nya. Berangkat dari rasa ironi ketika Indonesia dengan keindahaan bawah  air yang sangat terkenal di dunia, hanya dinikmati oleh wisatawan mancanegara dan masyarakat Indonesia kelas menengah atas saja. Sedangkan para pemuda yang merupakan aset penerus bangsa hanya bisa melihat melalui media tanpa mengenal secara dekat dan langsung keindahan yang ada di tanah airnya

TEMA

Baruna Bali Dwipa

“Baruna Bali Dwipa” menjadi tema ekspedisi ini, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “Penjaga Laut Pulau Bali.” Tema ini diangkat karena di balik masifnya aktivitas pariwisata selam di Pulau Bali, terdapat para pelaku penjaga budaya dan lingkungan laut, yang tetap menjadikan pulau ini sebagai percontohan pembangunan pariwisata nasional. Lokasi 30 titik penyelaman yang akan dilakukan terletak di kawasan Taman Nasional Bali Barat, Tulamben, Nusa Lembongan, Nusa Penida, dan Padang Bay.

Rencananya, Ekspedisi Nusantara Bawah Air ini akan dimulai pada bulan April ini hingga September 2017. Tim ekspedisi yang berangkat terdiri dari 6 tim dengan jumlah masing-masing tim 6 orang. Tim pertama akan diberangkatkan pada tanggal 21 April 2017 mendatang dengan berbekal kemampuan fotografi dan videografi serta kemampuan penyelaman, sehingga sangat diharapkan ekspedisi ini dapat berjalan dengan lancar.

Video footage Teaser Ekspedisi Nusantara Bawah Air

*diperoleh dari Lensa Basah dan dokumentasi Unit Selam UGM