Yogyakarta – Nusa Lembongan menjadi destinasi pertama yang dituju oleh tim Ekspedisi Nusantara Bawah Air Unit Selam UGM. Beranggotakan lima orang, tim menjelajah dan  mendokumentasikan beragam kondisi dan realita yang ditemukan selama tiga hari, dari 22 – 24 April 2017 di Nusa Lembongan, Bali.

Nusa Lembongan merupakan bahasa Bali dari Pulau Lembongan. Berada di bawah administrasi Kabupaten Klungkung, pulau kecil seluas 8 km2 ini terletak di bagian tenggara Pulau Bali. Berdampingan dengan Nusa Ceningan dan Nusa Penida, ketiga pulau ini masih menyimpan kekayaan hayati bawah laut yang luar biasa.

“Di sini coral-nya bagus-bagus, favorit saya itu di Mangrove”, kata Wakary, seorang Dive Master Trainee yang memandu tim ekspedisi selama melakukan penyelaman di Nusa Lembongan dan Nusa Penida.

Terdapat lima titik penyelaman yang dituju oleh tim ekspedisi, yaitu SD, Manta Bay, Mangrove, Toyapakeh, dan Buyuk. Penyelaman diawali pada titik SD di hari pertama. Dinamakan demikian karena titik ini berada di dekat sebuah Sekolah Dasar (SD) di Pulau Nusa Penida. Di sini, tim harus melakukan penyelaman drifting atau menyelam mengikuti arus. Begitu pula di titik Mangrove dan Toyapakeh pada penyelaman berikutnya. Meski arus terbilang sedang, namun anggota tim yang mayoritas baru pertama kali mengalami penyelaman drifting mengaku cukup menikmati walau sempat khawatir sebelumnya.

“Pengalaman drift dive yang luar biasa! Rasanya seperti terbang mengikuti kemana arus akan membawa saya di bawah lautan sana”, ujar Rimba, salah satu anggota tim ekspedisi.

Sedikit berbeda pada titik penyelaman Buyuk dan Manta Bay. Penyelaman di titik Buyuk cukup tenang karena tidak ada arus. Terdapat beberapa biota laut yang ditemukan seperti angle fish, scorpion fish, box fish, ikan badut atau clown fish, siput nudibranch, stone fish, hingga penyu besar. Karang keras dan lunak yang tumbuh di tempat ini terlihat mewarnai sepanjang lereng.

Manta Bay sendiri telah menjadi salah satu titik favorit para pengunjung yang akan menyelam atau sekedar snorkeling di Nusa Lembongan. Karena wilayah ini merupakan habitat dari ikan pari manta. Kesempatan bertemu pari manta di sini hampir 70%. Sayangnya, tim hanya bertemu satu ekor ikan pari manta saat menjelajahi titik ini.

Pari Manta di Manta Bay DIve Spot

Pari Manta di Manta Bay Dive Spot

Dominasi warga negara asing terhadap pulau

Selain eksplorasi kondisi bawah laut Nusa Lembongan, tim ekspedisi menemui beberapa fenomena yang diamati di pulau tersebut. Dari sekitar lebih dari empat ribu jiwa penduduk di Nusa Lembongan, tim mengaku lebih mudah menjumpai warga negara asing daripada warga negara lokal. Terlebih orang-orang yang bergerak di sektor pariwisata.

Big Fish Diving, adalah salah satu dari sekian banyak dive operator yang berdiri di Nusa Lembongan. Mulai dari manajer hingga pemandu, mayoritas didominasi oleh warga negara asing. Terhitung hanya ada dua pemandu lokal di dive operator ini dan sisanya warga negara asing. Pun menurut pengakuan salah satu pemandu Big Fish, dalam satu tahun rata-rata mereka hanya menerima lima sampai tujuh grup wisatawan domestik. Selebihnya, hampir setiap hari mereka menerima tamu dari wisatawan mancanegara.

“Jarang ada tamu dari Indonesia. Kalaupun ada, mereka biasanya nggak diving”, ujar Bobby, salah satu pemandu Big Fish Diving yang berasal dari Kota Medan.

Olahraga menyelam pasalnya memang masih dipandang sebagai olahraga eksklusif yang memerlukan biaya besar di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan peminat olahraga menyelam di Indonesia masih terbilang kecil. Padahal berdasarkan Dive Magazine, majalah diving terkemuka di dunia, Indonesia dinobatkan sebagai destinasi diving terbaik 2017. Dilansir dari laman divemagazine.co.uk, voting yang dilakukan selama enam bulan dengan 19 nominasi yang telah diseleksi menunjukan hasil bahwa Indonesia mendapatkan suara terbanyak mengalahkan beberapa negara yang juga dikenal sebagai destinasi wisata bahari dunia, seperti Filipina, Maladewa, Australian dan Bahama.

Ekspedisi Nusantara Bawah Air menjadi sebuah sarana yang diwujudkan Unit Selam UGM untuk dapat mengenal lebih dekat Indonesia dengan melihat langsung keindahan bawah laut yang mayoritas hanya diketahui para mahasiswa melalui media sosial. Ekspedisi ini akan berlangsung hingga bulan September mendatang dengan destinasi penyelaman selanjutnya di wilayah Taman Nasional Bali Barat, Tulamben, dan Padangbai. (NR Novika)


Tim Ekspedisi